|
Cross Check  | |
| Category: | Books | | Genre: | Parenting & Families | | Author: | Jalaluddin Rakhmat |
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.
Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya. "
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu. "Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."
Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw? Sosok tubuh kecil dan ringkih itu berusaha berpacu cepat di atas sadel sepedanya menembus jalan berbatu dan sempit di tegalan sawah. Gadis kecil nakal, walau di beberapa tungkai lutut kaki dan tangannya telah terlihat bekas kecil luka bagai koin logam, tetap saja dia naik sepeda di atas permukaan tanah yang sempit untuk ukuran ban sepeda. Kriti Puspita namanya, bocah perempuan kecil yang lincah. Sepedanya terus saja meliuk di antara rambutnya yang panjang bergoyang diterpa angin. Embusan angin semakin kencang, meniup roknya yang panjang hingga hampir ke mata kaki. Angin mempermainkan poninya. Hatinya terbuai dan mengayuh sepeda lebih kencang. Tampak kawan-kawan karibnya yang lelaki duduk di pinggiran tegalan sawah. Sebagian ada yang berdiri sambil memukul-mukul kakinya ke lubang tanah, seekor yuyu dia lihat jadi rebutan para anak lelaki. Wajahnya masih polos. Khas lugu gadis desa yang mulai merekah. Dadanya belum lagi ranum namun setiap pemuda sudah mulai melirik dan berani memastikan kalau dia kelak menjadi seorang wanita dengan buah dada yang padat dan berisi. Wajahnya tidak bisa dikatakan terlalu cantik, namun tetap menarik. Hidungnya agak pesek tapi matanya bersih. Bicaranya lancar. Dia sering bermain di kolam dan empang sepanjang tegalan sawah Lamongan. Dia juga sering mandi di bak tepat di belakang rumah neneknya. Waktu itu musim panas, sehingga kolam kering dan tidak bisa untuk mandi dan membersihkan diri di pinggirannya. Apalagi kalau mandi di empang atau kolam, biar orang desa kulitnya tetap merasa gatal kalau kena air empang kecoklatan. Di musim kemarau, airnya sama sekali tak dapat curahan hujan atau kiriman dari sungai sehingga air jadi sedikit dan bercampur lumpur dan tanah. Di bak mandi nenek, si gadis kecil yang entah kenapa merasa jadi nakal itu mandi bersama kawan-kawannya. Mereka tertawa dan baru berhenti ketika terdengar teriakan nenek yang memanggil namanya. Teman-temannya tertawa, ekspresi wajahnya menyiratkan ketakutan, namun suaranya tetap terkekeh sekadar untuk tidak menyurutkan kebahagiaan yang lain. Dia bukan anak dari keluarga terpandang. Di desa ini memang tak banyak orang yang terpandang. Desa yang kerap mengirim anak-anaknya sekolah di kota besar sehingga hampir tak berpikir lagi untuk menumpuk harta dan membeli perabotan rumah. Televisi masih jarang, satu televisi cukup untuk mengundang beberapa tetangga setiap malam. Dia memang bersekolah di tempat ini. Bahkan, hingga sekolah lanjutan atas pun dia masih berada di desa ini. Walau tubuhnya tidak begitu tinggi, pendek seperti gadis Lamongan lainnya, orangtuanya cukup bangga dengan perangainya yang masih bisa diatur dan tak banyak neko- neko. Saat masih sekolah lanjutan pertama dia menolak saat diajak orangtuanya untuk menari. Katanya, tubuhnya kaku dan dia tak mau harus dipaksa. Untuk mengaji, dia bisa saja karena memang orangtuanya sejak kecil mengharuskannya ikut Pondok TPA yang ada di setiap desa. Selain itu, dia juga orang yang suka menulis diary—orang kadang menyebut tulisannya itu puisi sehinga dia merasa juga punya potensi untuk menjadi penyair. Di tempat ini, dia sempat terkagum-kagum pada para santri yang mengaji. Suara-suara mengaji terdengar di sepanjang surau dan pondokan, setiap dia mengayuh sepedanya dan melintas di sana. # # #
Tapi entah mengapa, dia tak pernah tertarik pada para lelaki yang ada di tempat itu. Ya, dia sudah remaja. Ketika dia katakan dia tak suka pada para lelaki yang berada di asrama itu, itu wajar saja. Hanya, bagaimanapun dia harus jujur kalau dia pun sebenarnya juga punya sosok ideal yang dia sukai. Entah kenapa juga bila dia malah menyukai seorang lelaki yang berkuliah. Usianya saja jelas jauh lebih tua ketimbang dirinya. Mahasiswa semester lima sebuah universitas di Lamongan. Sayangnya walau lelaki itu jadi cinta pertamanya, si pemuda yang juga tak disangkanya ikut dalam grup kesenian itu, tidak merasa dicintai olehnya sama sekali. Akh, lelaki selalu pura-pura. Bisa jadi itu praduga perempuan yang pertama kali dialami sepanjang hidupnya. Nyatanya, dia kini memang perempuan. Kata ibu, kalau seseorang sudah haid berarti dia sudah akil baliq. "Karena sudah akil baliq kamu harus jaga dirimu baik-baik ya, Nduk. Sikapmu harus njawani. Jangan macem-macem, " ujar ibunya. Kala itu dia hanya mengangguk, sambil balas memandangi Nyi yang ikut- ikutan nimbrung, ingin tahu apa yang dibicarakan kedua anak-beranak, para penerusnya itu. Nyi memang orang yang kuat, setua ini masih saja bekerja dengan rajin dan tepat waktu. Menyapu halaman dengan sapu lidi waktu matahari belum muncul. Tangannya yang berkeriput senang merasakan dinginnya embun subuh. Suara azan baru saja selesai menghilang di telinga. Nyi sudah salat subuh, tidurnya saja lebih cepat dari anak dan cucunya. Dia sangat rapih kalau hendak berangkat tidur, seprai, selimut dan sarung bantal harus dicuci rutin beberapa kali seminggu. Kalau ada debu sedikit, dia segera mengambil sapu lidi yang khusus untuk menepiskannya. Kata Nyi, agar tidurnya bisa tenang. Si cucu cepat-cepat membantu kalau dilihat neneknya sudah kerepotan di atas tempat tidur. Kadang, si cucu sekadar membantu dengan satu tangan agar kelihatan dia ikut sibuk, dan batinnya agak tenang tak membiarkan neneknya yang tua bekerja sendirian. Biar sudah begitu, si nenek yang mengerti akal bulus cucunya, segera menarik tubuh yang kini mulai menampakkan kemolekannya itu ke pangkuannya. Tawa cucunya yang terpingkal-pingkal segera terdengar saat tangannya menggelitiki pinggang dan leher si cucu dengan tangannya yang tua dan keriput. Ibu dan bapak hanya tersenyum saja melihat ulah nenek dan cucu itu. "Dasar kamu itu, tolong nenekmu saja pakai malas-malasan. Terus saja, Nyi. Biar dia kapok," kata Ibu, pura-pura marah. Bapak hanya tersenyum saja sambil menyalakan rokoknya. Dia masih saja duduk di beranda dengan rokok lintingan sambil menatap pohon nangka dan jambu yang sebentar lagi berbuah. Walau begitu, suara di belakang punggungnya selalu dijawabnya dengan raut wajah yang berubah. Rumah kecil ini memang memberikan kesempatan setiap penghuninya untuk bisa akrab. Dari beranda, pintu depan yang berjendela dua, ruang tamu dan pintu tempat tidur hingga ke dapur terlihat lowong dan memberikan celah buat setiap orang untuk berdialog dari depan ke belakang. Itulah yang kerap diingat si gadis pada kelebihan dari rumahnya itu. Di depannya ada pelataran, lebih tepatnya halaman kebun yang cukup luas, pohon nangka, pohon jambu dan ada beberapa pohon yang tak begitu diketahuinya dengan jelas bertumbuhan di tanah beberapa meter itu. Di samping ada kandang ayam peliharaan bapak.
# # #
Cinta pertamanya itu memang cinta tak berbalas. Lelaki itu orang yang pendiam dan acuh tak acuh—barangkali dia menganggap dirinya cuma anak kecil. Namun sebagai kakak, lelaki itu perhatian sekali padanya. Gayanya yang luwes baru akan kaku bila dia balas memandang "si kakak" dengan tatapan mata yang berbeda. Nama lelaki yang selisih delapan tahun dari dirinya itu Ihromi. Orangnya pintar, kuliahnya saja di IAIN. Melihat penampilan fisiknya pasti setiap orang akan menyukai dia. Tubuhnya tegap, dadanya bidang. Kesan alim terlihat dari rambutnya yang selalu dipotong pendek, geraknya yang tak sembrono dan terburu-buru, dan memakai kopiah setiap senja. Mulai dari maghrib hingga masuk kembali ke kamar di pondokannya, kopiah itu baru dilepas. Namun, tak ada yang menyangka kisah romantis itu harus lepas karena ketidakpedulian lelaki yang ternyata menganggap dirinya sebagai adik. Aku tahu banyak tentang Kriti, sejak mulai cinta pertamanya itu hingga perjalanan dia selepas SMA dan bekerja di kota besar. Aku sering mengamatinya baik dari dekat atau jauh. Bahkan hingga Kriti bekerja di sebuah pabrik di areal industri kota Surabaya.
# # #
"Tahu tentang mas Ihromi, Mas Bayu?" "Tahu, Dik Kriti," kataku sambil menatapnya. "Ingat kan?" "Ingat, lelaki yang kamu ingat hingga sekarang itu kan? Ke mana dia sekarang, Dik Kriti?" "Sudah tiada, Mas. Kabarnya kecelakaan" "Kenapa?" "Katanya saat menyeberangkan istrinya yang lagi hamil. Waktu itu dia mau check-up kali," ujar Kriti. Lalu kami pun berbincang tentang kisah masa kecil dan kenangan tentang lelaki baik itu. Aku cemburu, tapi bagiku kenangan adalah kenangan. Dia bukan lagi berupa masa depan. Semuanya jelas berbeda.
# # #
Begitulah perjalanan cinta seorang gadis kecil. Bayu namaku. Akulah teman Kriti di masa kecil itu. Kriti Puspita, perempuan ini akhirnya memang semakin dewasa. Semakin mekar, seindah namanya. Seringkali kita menganggap kalau wajah dan tubuh indah, maka semuanya akan indah, sampai namanya pun harus indah. Atau kalau nama indah, maka wajahnya akan indah juga. Begitu juga dengan Kriti saya kira, di balik nama indahnya, orang akan menuntut si Kriti itu harus cantik. Tapi… ya syukur, kebetulan wajahnya lumayan juga. Namun, di balik kesempurnaan nama dan wajahnya itu, dia tetap saja bukan apa-apa. Dia tetap Kriti, gadis polos yang bersahaja. Kriti memang wanita biasa—ups, jangan sebut wanita, akan lebih halus kalau dibilang perempuan—ya betul, Kriti memang seorang perempuan biasa. Dia kini menjadi buruh di sebuah pabrik. Tidak beda dengan yang lainnya, bau keringatnya pun pastilah seperti buruh kalau pulang kerja. Amis, apek, keringatnya berleleran sebelum mandi sore. Dari Ihromi, dia sempat juga mencintai lelaki lain yang dinas di dekat tempatnya bekerja. Tapi dia segera menjauhi lelaki itu karena kecewa si lelaki ternyata bukan tipe orang yang setia. Jadilah kenangan pahit kedua. Baru pada kekasih lainnya, aku terpilih juga sebagai orang yang beruntung. Bermula dari curhat, aku menyatakan perasaanku, yang ternyata tak ditolaknya. Aku begitu bahagia. Buruh ketemu tukang parkir, ya kloplah. Apalagi yang dipikirkan kecuali kerja dan pacaran begitu kami selesai bertugas, pada shift sore. Di antara gerobak sampah, di pinggir kali, di sela alunan lagu dangdut, di tengah riuh cekikikan para buruh yang juga berasal dari berbagai kabupaten di Jawa Timur, kami telah punya dunia sendiri. Sekali-sekali, nonton bioskop yang paling murah harganya di kota ini. Yah, agar uang buat nasi dan tabungan jadi tak terkurangi. Kadang malah Kriti ketemu aku dengan pakaian kerjanya, tidak pakai parfum atau bedak. Polos, ngobrol ngalor-ngidul, saling menatap, saling melirik. Tapi dia tetap menarik bagiku. Menarik, itu saja cukup. Tak perlu cantik-cantik sebab wajahku pun sama sekali tidak ganteng. Memang dia cuma buruh dan aku tukang parkir. Waktu kerjanya delapan jam tiap hari dengan berganti shift setiap minggu. Kerjaku di antara terik matahari siang. Namanya saja buruh, Kriti juga tak punya jadwal cuti kalau dia mens, atau barangkali cuti khusus melahirkan dan cuti punya anak. Tidak ada itu. Mana mau sih perusahaan ngomong soal cuti-cutian. Lha wong yang diomongkan cuma untung melulu. Mana punya perhatian buat Kriti, seorang buruh yang kerap diperas seperti tenaga sapi. Tapi syukurlah, Kriti tidak pernah minta waktu buat cuti melahirkan, atau cuti punya anak, atau sekadar cuti mens. Sebab dia masih lajang, masih gadis atau setidaknya dia masih sendirian. Aku tahu semuanya, sebab si Kriti itu kini akan menjadi calon istriku juga. Akh, Kriti. Setiap menatap dia, pasti akan kembali terbentang kenanganku tentang gadis kecil, yang bersepeda, main air di bak mandi atau suara dia mengaji di sebuah TPA Lamongan. Kenangan masa kecilnya itu seringkali juga menyentuh kerinduanku untuk pulang. Menjenguk makam emak dan bapakku. Menjenguk calon mertua lelaki yang sebatang kara. Ayah Kriti sendirian di sana, sebab mas Kriti banyak yang merantau dan Kriti anak paling bungsu. Sedangkan Ibu Kriti sudah tiga tahun tiada. Nyi, nenek Kriti yang lembut itu, bahkan telah berpulang sejak kami bocah. Rencanaku, kalau menikah di depan penghulu nanti, aku akan mengontrak rumah di pinggir kali dekat pabrik Kriti itu. Bapaknya akan kami boyong. Tak usah dulu pikir anaklah. Krisis ekonomi ini, dosa rasanya membiarkan bayi hidup ke dunia tanpa nafkah yang kecukupan. Pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah.
Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hidup adalah anugerah Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup. Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya. Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan. Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan, isilah itu.
Dan yang terpenting, syukurilah, apa pun itu.
Ibumu adalah Ibunda darah dagingmu Tundukkan mukamu Bungkukkan badanmu Raih punggung tangan beliau Ciumlah dalam-dalam Hiruplah wewangian cintanya Dan rasukkan ke dalam kalbumu Agar menjadi azimah bagi rizki dan kebahagiaan
(Emha Ainun Najib) Siang sudah sampai pada pertengahan. Dan Ibu begitu anggun menjumpai saya di depan pintu. Gegas saya rengkuh punggung tangannya, menciumnya lama. Ternyata rindu padanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ibu juga mendaratkan kecupan sayang di ubun-ubun ini, lama. "Alhamdulillah, kamu sudah pulang" itu ucapannya kemudian. Begitu masuk ke dalam rumah, saya mendapati ruangan yang sungguh bersih. Sudah lama tidak pulang.
Ba'da Ashar, "Nak, tolong angkatin panci, airnya sudah mendidih". Gegas saya angkat pancinya dan dahipun berkerut, panci kecil itu diisi setengahnya. "Ah mungkin hanya untuk membuat beberapa gelas teh saja" pikir saya "Eh, tolongin bawa ember ini ke depan, Ibu mau menyiram". Sebuah ember putih ukuran sedang telah terisi air, juga setengahnya. Saya memindahkannya ke halaman depan dengan mudahnya. Saya pandangi bunga-bunga peliharaan Ibu. Subur dan terawat. Dari dulu Ibu suka sekali menanam bunga. "Nak, Ibu baru saja mencuci sarung, peras dulu, abis itu jemur di pagar yah" pinta Ibu. "Eh, bantuin Ibu potongin daging ayam" sekilas saya memandang Ibu yang tengah bersusah payah memasak. Tumben Ibu begitu banyak meminta bantuan, biasanya beliau anteng dan cekatan dalam segala hal. Sesosok wanita muda, sedang menyapu ketika saya masuk rumah sepulang dari ziarah. "Neng.." itu sapanya, kepalanya mengangguk ke arah saya. "Bu, siapa itu.?" tanya saya. "Oh itu yang bantu-bantu Ibu sekarang" pendeknya. Dan saya semakin termangu, dari dulu Ibu paling tidak suka mengeluarkan uang untuk mengupah orang lain dalam pekerjaan rumah tangga. Pantesan rumah terlihat lebih bersih dari biasanya. Dan, semua pertanyaan itu seakan terjawab ketika saya menemaninya tilawah selepas maghrib. Tangan Ibu gemetar memegang penunjuk yang terbuat dari kertas koran yang dipilin kecil, menelusuri tiap huruf al-qur'an. Dan mata ini memandang lekat pada jemarinya. Keriput, urat-uratnya menonjol jelas, bukan itu yang membuat saya tertegun. Tangan itu terus bergetar. Saya berpaling, menyembunyikan bening kristal yang tiba-tiba muncul di kelopak mata. Mungkinkah segala bantuan yang ia minta sejak saya pulang, karena tangannya tak lagi paripurna melakukan banyak hal? "Dingin" bisik saya, sambil beringsut membenamkan kepala di pangkuannya. Ibu masih terus tilawah, sedang tangan kirinya membelai kepala saya. Saya memeluknya, merengkuh banyak kehangatan yang dilimpahkannya tak berhingga.
Adzan isya berkumandang, Ibu berdiri di samping saya, bersiap menjadi imam. Tak lama suaranya memenuhi udara mushala kecil rumah. Seperti biasa surat cinta yang dibacanya selalu itu, Ad-Dhuha dan At-Thariq. Usai shalat, saya menunggunya membaca wirid, dan seperti tadi saya pandangi lagi tangannya yang terus bergetar. "Duh Allah, sayangi Mamah" spontan saya memohon. "Neng." suara ibu membuyarkan lamunan itu, kini tangannya terangsur di depan saya, kebiasaan saat selesai shalat, saya rengkuh tangan berkah itu dan menciumnya. "Tangan ibu kenapa?" tanya saya pelan. Sebelum menjawab, ibu tersenyum maniss sekali.
"Penyakit orang tua"
"Sekarang tangan ibu hanya mampu melakukan yang ringan-ringan saja, irit tenaga" tambahnya. Udara semakin dingin. Bintang-bintang di langit kian gemerlap berlatarkan langit biru tak berpenyangga. Saya memandangnya dari teras depan rumah. Ada bulan yang sudah memerak sejak tadi. Malam perlahan beranjak jauh. Dalam hening itu, saya membayangkan senyuman manis Ibu sehabis shalat isya tadi. Apa maksudnya? Dan mengapakah, saya seperti melayang. Telah banyak hal yang dipersembahkan tangannya untuk saya. Tangan yang tak pernah mencubit, sejengkel apapun perasaannya menghadapi kenakalan saya. Tangan yang selalu berangsur ke kepala dan membetulkan letak jilbab ketika saya tergesa pergi sekolah. Tangan yang selalu dan selalu mengelus lembut ketika saya mencari kekuatan di pangkuannya saat hati saya bergemuruh. Tangan yang menengadah ketika memohon kepada Allah untuk setiap ujian yang saya jalani. Tangan yang pernah membuat bunga dari pita-pita berwarna dan menyimpannya di meja belajar saya ketika saya masih kecil yang katanya biar saya lebih semangat belajar. Sewaktu saya baru memasuki bangku kuliah dan harus tinggal jauh darinya, suratnya selalu saja datang. Tulisan tangannya kadang membuat saya mengerutkan dahi, pasalnya beberapa huruf terlihat sama, huruf n dan m nya mirip sekali. Ibu paling suka menulis surat dengan tulisan sambung. Dalam suratnya, selalu Ibu menyisipkan puisi yang diciptakannya sendiri. Ada sebuah puisinya yang saya sukai. Ibu memang suka menyanjung :
Kau adalah gemerlap bintang di langit malam Bukan!, kau lebih dari itu Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana, Bukan!, kau lebih dari itu, Kau adalah benderang matahari di tiap waktu, Bukan!, kau lebih dari itu Kau adalah Sinopsis semesta Itu saja. Tangan ibunda adalah perpanjangan tangan Tuhan. Itu yang saya baca dari sebuah buku. Jika saya renungkan, memang demikian. Tangan seorang ibunda adalah perwujudan banyak hal : Kasih sayang, kesabaran, cinta, ketulusan.. Pernahkah ia pamrih setelah tangannya menyajikan masakan di meja makan untuk sarapan? Pernahkan Ia meminta upah dari tengadah jemari ketika mendoakan anaknya agar diberi Allah banyak kemudahan dalam menapaki hidup? Pernahkah Ia menagih uang atas jerih payah tangannya membereskan tempat tidur kita? Pernahkah ia mengungkap balasan atas semua persembahan tangannya?.. Pernahkah. .? Ketika akan meninggalkannya untuk kembali, saya masih merajuknya "Bu, ikutlah ke jakarta, biar dekat dengan anak-anak". "Ah, Allah lebih perkasa di banding kalian, Dia menjaga Ibu dengan baik di sini. Kamu yang seharusnya sering datang, Ibu akan lebih senang" Jawabannya ringan. Tak ada air mata seperti saat-saat dulu melepas saya pergi. Ibu tampak lebih pasrah, menyerahkan semua kepada kehendak Allah. Sebelum pergi, saya merengkuh kembali punggung tangannya, selagi sempat , saya reguk seluruh keikhlasan yang pernah dipersembahkannya untuk saya. Selagi sisa waktu yang saya punya masih ada, tangannya saya ciumi sepenuh takzim. Saya takut, sungguh takut, tak dapati lagi kesempatan meraih tangannya, meletakannya di kening. Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan-Nya, bahwa rumahku hanya titipan-Nya, bahwa hartaku hanya titipan-Nya, bahwa anakku hanya titipan-Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkannya padaku? untuk apa Dia menitipkan ini padaku? dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?
adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah "derita".
ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas,dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah .
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah .
keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap menghampiriku. kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah. "ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS Rendra)
''Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allahlah yang akan memberi rezekinya.'' (QS Huud [11]: 6).
Ayat di atas menunjukkan salah satu janji Allah SWT, sekecil apa pun makhluk hidup yang berada di muka bumi ini, Allah SWT akan memberikan rezekinya. Apalagi terhadap manusia yang merupakan makhluk termulia di antara makhluk yang lainnya. Malah, binatang melata dan segala macam yang berada di muka bumi ini, sengaja diciptakan-Nya untuk kepentingan manusia.
Dengan kata lain, segala macam yang ada di muka bumi ini merupakan pintu rezeki. Manusia hanya tinggal mencari kunci pintu-pintu tersebut. Selain tentunya dengan ilmu dan usaha, Allah SWT juga memberikan kunci-kunci khusus untuk memperlancar membukanya.
Kunci-kunci tersebut di antaranya, pertama, gemar menolong orang-orang lemah baik dalam bentuk fisik ataupun materi. Rasulullah SAW bersabda, ''Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kalian.'' (HR Bukhari).
Kedua, gemar mendermakan harta. Firman Allah SWT, ''Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.'' (QS Saba`[34]: 39). Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini, apa pun yang diinfakkan di dalam hal yang diridhai Allah SWT, maka Allah SWT akan mengantinya di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.
Ketiga, gemar bersilaturahim. Nabi SAW bersabda, ''Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu, engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturahim itu akan menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta, dan memperpanjang umur.'' (HR Ahmad).
Keempat, tawakal kepada Allah SWT terhadap setiap apa yang telah kita usahakan dalam mencari rezeki. ''Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.'' (HR Ahmad, at-Tirmidzi). Dengan menggunakan kunci-kunci ini, insya Allah kita akan semakin lancar dalam mendapatkan rezeki-Nya. Wallahu a'lam bi ash-shawab.
Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.
"Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah Anda berpikir.
Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.
Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.
Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.
Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.
Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.
Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.
Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.
Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.
Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC.... Tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
Save Our Earth.....Please Act Yourself.... .NOW..... !!!!  Pada saat Tuhan menciptakan para Ibu
Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut :
"Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?" Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?
01) Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik.
02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.
04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan
05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang keseleo
06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
07) enam pasang tangan!! Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya:
Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk" --- "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur Segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan
08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu
"Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya:"Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya,sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat. Dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata:"Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun. "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai."
09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi......
Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan, "Terlalu lunak", katanya memberi komentar. "Tapi kuat!" Kata Tuhan bersemangat."Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita." "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. "Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea dan berkompromi", kata Sang Pencipta. Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi, "Eh, ada kebocoran di sini". "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan,air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata....,air mata...." "Tuhan memang ahlinya....", Malaikat berkata pelan.
  PTERIGIUM
Penyebab pterigium belum dapat dipahami secara jelas. Namun, pterigium banyak terjadi pada mereka yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan banyak terkena panas terik matahari. Faktor resiko terjadinya pterigium adalah tinggal di daerah yang banyak terkena sinar matahari, daerah yang berdebu, berpasir atau anginnya besar.
Pterigium Sering ditemukan pada petani, nelayan dan orang-orang yang tinggal di dekat daerah khatulistiwa. Jarang menyerang anak-anak.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama, terutama sinar UV, serta iritasi mata kronis oleh debu dan kekeringan diduga kuat sebagai penyebab utama pterigium. Gejala-gejala pterigium adalah mata merah, iritasi, inflamasi, dan penglihatan kabur. Meskipun seseorang yang merasakan gejala tersebut tidak selalu berarti terkena pterigium, tetap disarankan untuk tetap periksa ke dokter mata.
Tampak sebagai penonjolan jaringan putih disertai pembuluh darah pada tepi dalam atau tepi luar kornea. Pterigium bisa menyebabkan perubahan bentuk kornea sehingga terjadi astigmata dan gangguan penglihatan lainnya.
Jika sampai ke daerah pupil dan mengganggu penglihatan, pterigium harus diangkat melalui pembedahan.
Untuk mencegah berulangnya pterigium, sebaiknya para pekerja lapangan menggunakan kacamata atau topi pelindung.
Untuk mencegah berulangnya pterigium, sebaiknya para pekerja lapangan menggunakan kacamata atau topi pelindung
Pengobatan secara medis
Untuk pterigium, pengobatan secara medis umumnya dilakukan dengan menggunakan obat tetes mata atau obat minum yang mengandung antiinflamasi. Namun bila pterigium tersebut cukup besar dan sangat mengganggu penglihatan, dapat dilakukan operasi atau pembedahan.
Pterigium terutama berkaitan dengan reaksi-reaksi inflamasi yang seringkali dibarengi dengan infeksi. Karena itu, ekstrak biji keben yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antimikroba dapat mengobati pterigium secara efektif. Sama seperti pada kasus katarak, selama menggunakan obat tetes mata keben, obattetes mata konvensional dari dokter harus dihentikan. Setelah pengobatan selama kurang lebih 1,5 bulan, penderita dianjurkan untuk memeriksakan matanya ke dokter untuk mengetahui apakah pterigium sudah bersih total atau belum. Bila pterigiumnya sudah bersih, pengobatan dapat dihentikan. Namun bila belum bersih, pengobatan harus dilanjutkan hingga bersih supaya pterigium tidak muncul kembali.
 Stop Global Warming! Help Us... Help You!
DO YOU KNOW THAT .....
1. Ngga menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu dimatikan = menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan tiap bulannya....
Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.
2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA(tempat pembuangan akhir). Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia.
Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat2 yang tidak semestinya.
Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan... itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10taon untuk jadi besar. Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging...
how many trees has been cutdown for you? Imagine how they make the world hotter?
3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya kenapa?
Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak, membutuhkan 5 liter air... cck cck cck...
Kode botol apa yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor 2,3 atau 4.... selain nomor2 itu... they're not safe, karena sama aja kamu makan plastik!!!!
4. Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle... begitu juga karton2 yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman... They're only a waste... yang mau ngga mau tanahlah yang harus merecycle.
Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun. Berarti kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun... Kalau kita menghemat 1 lembar ajah tiap hari... berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7 MILIIAR biji setaon... HEBAT KAN?
5. Be Green on ATM? Kalo di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake receipt... atau be smart dong... Transfer lewat Internet banking ato mobile banking....
8 MILIAR kali transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap taun adalah salah satu sumber sampah terbesar di dunia.
Kalau selama setaon orang transaksi ngga pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali... ccck ccck
6. Minimal punya 2 macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan tanah.
Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah kering ( botol, plastik, kertas, kaca)
Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :
Plastik ( pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)
Rumah tangga ( tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)
Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)
Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan... disendirikan untuk dijual
Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.
Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman...
7. Polar Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang... tapi karena global warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es tempat berteduh.
Watch DISCOVERY CHANNEL : PLANET EARTH... pasti nangis deh ngeliat perjuangan seekor beruang kutub yang akhirnya mati karena kelelahan mencari daratan.
Is that the world you will leave for your children? DEFINISI
Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping, yang dapat terjadi pada segmen servikal (leher), torakal (dada) maupun lumbal (pinggang).
Sekitar 4% dari seluruh anak-anak yang berumur 10-14 tahun mengalami skoliosis; 40-60% diantaranya ditemukan pada anak perempuan.
PENYEBAB
Terdapat 3 penyebab umum dari skoliosis: 1. Kongenital (bawaan), biasanya berhubungan dengan suatu kelainan dalam pembentukan tulang belakang atau tulang rusuk yang menyatu 2. Neuromuskuler, pengendalian otot yang buruk atau kelemahan otot atau kelumpuhan akibat penyakit berikut: - Cerebral palsy - Distrofi otot - Polio - Osteoporosis juvenil 3. Idiopatik, penyebabnya tidak diketahui.
GEJALA
Gejalanya berupa: - tulang belakang melengkung secara abnormal ke arah samping - bahu dan/atau pinggul kiri dan kanan tidak sama tingginya - nyeri punggung - kelelahan pada tulang belakang setelah duduk atau berdiri lama - skoliosis yang berat (dengan kelengkungan yang lebih besar dari 60°) bisa menyebabkan gangguan pernafasan.
Kebanyakan pada punggung bagian atas, tulang belakang membengkok ke kanan dan pada punggung bagian bawah, tulang belakang membengkok ke kiri; sehingga bahu kanan lebih tinggi dari bahu kiri. Pinggul kanan juga mungkin lebih tinggi dari pinggul kiri.
DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik penderita biasanya diminta untuk membungkuk ke depan sehingga pemeriksa dapat menentukan kelengkungan yang terjadi. Pemeriksaan neurologis (saraf) dilakukan untuk menilai kekuatan, sensasi atau refleks.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: • Rontgen tulang belakang • Pengukuran dengan skoliometer (alat untuk mengukur kelengkungan tulang belakang) • MRI (jika ditemukan kelainan saraf atau kelainan pada rontgen).
PENGOBATAN
Pengobatan yang dilakukan tergantung kepada penyebab, derajat dan lokasi kelengkungan serta stadium pertumbuhan tulang. Jika kelengkungan kurang dari 20°, biasanya tidak perlu dilakukan pengobatan, tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan secara teratur setiap 6 bulan.
Pada anak-anak yang masih tumbuh, kelengkungan biasanya bertambah sampai 25-30°, karena itu biasanya dianjurkan untuk menggunakan brace (alat penyangga) untuk membantu memperlambat progresivitas kelengkungan tulang belakang. Brace dari Milwaukee & Boston efektif dalam mengendalikan progresivitas skoliosis, tetapi harus dipasang selama 23 jam/hari sampai masa pertumbuhan anak berhenti. Brace tidak efektif digunakan pada skoliosis kongenital maupun neuromuskuler.
Jika kelengkungan mencapai 40° atau lebih, biasanya dilakukan pembedahan. Pada pembedahan dilakukan perbaikan kelengkungan dan peleburan tulang-tulang. Tulang dipertahankan pada tempatnya dengan bantuan 1-2 alat logam yang terpasang sampai tulang pulih (kurang dari 20 tahun). Sesudah dilakukan pembedahan mungkin perlu dipasang brace untuk menstabilkan tulang belakang.
Kadang diberikan perangsangan elektrospinal, dimana otot tulang belakang dirangsang dengan arus listrik rendah untuk meluruskan tulang belakang.
PROGNOSIS
Prognosis tergantung kepada penyebab, lokasi dan beratnya kelengkungan. Semakin besar kelengkungan skoliosis, semakin tinggi resiko terjadinya progresivitas sesudah masa pertumbuhan anak berlalu.
Skoliosis ringan yang hanya diatasi dengan brace memiliki prognosis yang bik dan cenderung tidak menimbulkan masalah jangka panjang selain kemungkinan timbulnya sakit punggung pada saat usia penderita semakin bertambah. Penderita skoliosis idiopatik yang menjalani pembedahan juga memiliki prognosis yang baik dan bisa hidup secara aktif dan sehat.
Penderita skoliosis neuromuskuler selalu memiliki penyakit lainnya yang serius (misalnya cerebral palsy atau distrofi otot). Karena itu tujuan dari pembedahan biasanya adalah memungkinkan anak bisa duduk tegak pada kursi roda.
Bayi yang menderita skoliosis kongenital memiliki sejumlah kelainan bentuk yang mendasarinya, sehingga penanganannyapun tidak mudah dan perlu dilakukan beberapa kali pembedahan.
Pusingya Jadi Ibu Jaman Sekarang
Kalo denger omongannya ibu-ibu kita jaman dulu ( yang sekarang berarti uda jadi neneknya anak2 kita...) , kayanya punya anak gampang banget deh ngurusnya. Mertuaku aja pernah bilang , " Mama sih dulu ngurus anak2 gampang, tinggal kasih makan , lempar... kasih makan , lempar.... " Maksudnya kali , anaknya tinggal dikasih makan aja, abis itu ngga pusing mau ngapain terserah anaknya. Yah, berarti berbahagialah wahai ibu2 jadul.....
Sekarang , mari kita kembali ke laptop..., eh, maksudnya kembali ke topik kita. Dulu waktu belum punya anak , karena ngerasa belum mampu , masih kuliah , belum kerja , belum punya rumah sendiri , ada aja orang yang ngomentarin :
" Buruan loh punya anak, kapan lagi ... "
Trus kalo dijawab :
" Belom Tante, masih kuliah, mau belajar kerja dulu "
Si Tante jawab lagi :
" Ya ampun, udah kawin masih kuliah juga ya , ngapain ...."
Buset deh,.... Mau marah ga sih, emang ada ya pasalnya orang abis kawin ngga usah nerusin kuliah , ngga mikir kali dia bayar uang masuknya itu berapa jut-jut....
Setelah kerja, ngga KB lagi , eh , ternyata masih ngga hamil juga, ada lagi yang suka komentar :
" Lu gimana sih, masa lu kalah sama si Anu ....dia aja udah anak kedua tuh ...bikin dong, lucu kan punya anak .."
Walah, emangnya Tuhan kali ya, bisa nentuin sendiri , abis ngulek langsung jadi...siapa sih yang ngga pingin ....
Lalu , setelah akhirnya punya anak , tetep ada aja komentator :
" Kurang lu , anak cuma satu, kasian ...."
Dijawabin :
" Satu aja repot , apa2 mahal "
Dijawab balik :
" Ngga usah dipikirin, tukang beca aja anaknya banyak tuh, idup aja ..."
Tukang beca nih ye... mau apa punya anak kualitas tukang beca ....olala...
Susah kan.....bener deh, kalo dipikir2 lagi, sebenarnya biarpun jaman udah maju, ibu2 sekarang belanja tinggal ke supermarket, ada babysitter, ada mesin cuci, rice cooker , internet , dll , tapi perjuangan melawan musuhnya justru lebih berat loh. Dibahas yo....dari awal ya :
Hamil
Begitu tau hamil , mesti ke dokter kandungan, searching dulu dokter mana yang top punya . Trus , musti ke lab , takut ada tokso . Diresepin vitamin macem2 ,penguat kandungan, minum susu khusus ibu hamil , musti USG ( kalo bisa sih yg 5 dimensi , biar bisa keliatan pori2 bayinya ) , jangan lupa ikut senam hamil , ikut seminar , parenting class .
Oya, belanja baju hamil juga penting , perut buncit teteup harus chic dong ...trus, beli krem perut , supaya jangan ada strecthmark nantinya . Beli lagu2 om Mozart , puterin supaya anaknya jenius juga . Soal makanan juga penting, musti banyak makan ikan , supaya anaknya pinter kaya orang Jepun . Tapi pusing juga milih ikannya, soalnya isunya ikan yang dijual pada berformalin , trus katanya jangan makan seafood terutama kerang, soalnya banyak menyerap timbal yg ada di Teluk Jakarta, anaknya bisa autis .Juga paling ngeri kalo lagi di jalan raya yang banyak bisnya ngeluarin asap2 hitam , kan katanya bisa jadi salah 1 penyebab anak autis juga.
And then , jangan makan sate dan lalapan , takut kena tokso juga . Dan terpaksa cuti ngopi 9 bulan , katanya menyerap sari makanan, anaknya bisa kur-giz . Trus , olahraga jangan lupa, from mall to mall...he..he. .he..
Penyakit
Setelah anaknya lahir ( secara Caesar , ya gimana ya.. mau normal kata dokternya anaknya kelilit usus ) cepet2 cari babysitter yang jago megang bayi. Rajin2 imunisasi ke dokter ,soalnya hari gini banyak penyakit yg aneh2 .Trus siap2 aja dompet kosong soalnya muahal2 vaksinnya . Trus langganan BPP (batukpilekpanas) , musti fisioterapi lah, cek alergi lah ...Kalo ditanya , gara2 apa , jawabannya pasti karena virus.
Sekolah & Les
Anaknya uda bisa duduk , mulai hunting sekolah , abis bayi2 yg lain juga udah sekolah ...bayi gaul gitu loh... Jangan sembarangan juga pilih sekolah, minimal harus yg 3 bahasa , biar nyerocosnya lancar.Liat juga fasilitasnya , mesti ada kolam renang, lap. bola,komputer ,salon ....buat mama2 nunggu anak jadi anteng, becanda...becanda. ..
Sistemnya juga macam2 , pilih deh mana yg paling sreg , Montessori, IB,Cambrigde, sekolah alam , dll. Soal uang masuk + u. sekolah ? No problemo , demi anak …( demi gengsi mama juga sih.... ) Belom lagi lesnya, pilihan banyak , ada Kumon, Sempoa, Inggris, Mandarin, Balet ,Renang, Tenis , Modelling , Drama, Komputer , Gokart juga ada , ayo dipilih... dipilih...dipilih. ...
Masak
Sementara itu tugas masak babysitternya ditake over , karena ternyata doyan banget MSG , ngga pernah dibeliin , bela2in beli sendiri , jadi mulai saat itu , mama jadi koki pribadi . Tapi mau belanja juga kudu ati2, beli beras jangan2 pake pemutih , beli terasi katanya pake pewarna kain , beli sayur musti cuci di air mengalir kalo ngga bisa kemakan pestisida, beli ikan & tahu , ada pengawetnya , beli tempe / tepung maizena / jagung takut juga , katanya dari tanaman transgenik, beli buah kalo yang ngga ada bijinya juga katanya transgenik. Beli biskuit kudu baca label, takut mengandung lemak trans, beli minuman botol juga ngeri takut gulanya gula buatan, pake pewarna ngga jelas dan pengawet extra banyak. Pusiiiiiing. .... Susu kaleng juga akhirnya di-PHK atas sabda dokter , katanya campuran dalam susu kaleng bisa memicu alergi . Padahal mahal loh belinya , banyak campurannya yang bisa bikin pinter lagi, katanya...katanya. ...Nah sekarang jadi balik ke jadul, langganan susu sapi segar , fresh from the moo moo.
Masih soal makanan , setelah bisa makan padat dan harus bawa bekal ke sekolah , nambah lagi pusingnya mikirin menu sehat apa yang harus dibawa tiap hari. Kalo anak2 lainnya sih di sekolah ada yang menunya berkisar antara ayam goreng - kentang goreng - nugget - sosis . Keliatannya sih menu orang kota , modern, praktis , tapi kan ... ayamnya aja pahanya segede ulekan , maklum ayam tiap hari dicekokin hormon,ngeri deh ...trus kalo nugget & sosis, rumornya juga kan ngga jelas bahan baku sebenarnya dari apa , beneran daging atau.......? ?? Takuuuuut... .
Susahnya pula , udah dikonsepin menu sehat, dasar bocah kalo liat pembantu jajan , eh ikutan nimbrung nyomot krupuk pelangi ( abis warnanya sama tuh kaya warna daster ) , ikut nyicip baso tikus , tempe goreng dari warteg yg digoreng pake minyak jelantah edisi ke 10 (maksudnya udah bekas nggoreng 10 kali ).
Babysitter & Pembantu
Masalah babysitter & pembantu juga ngga ada abisnya , udah carinya susah , di yayasan stoknya banyak tapi pas ditanya2 ogah2an kaya ngga niat kerja. Ada yg baru sehari kerja uda nangis2 minta pulang inget kampung, ada juga yg langsung menebar pesona kiri kanan , ada yg hamil ngga ketauan , ada yg sempet ngamar di motel deket rumah sama satpam , ada yg suka nyuri , yg kabur manjat pagar gara2 kepincut karyawan tetangga sebrang trus diajak kawin lari pdhl baru kenal seminggu, juga ada yg suka banding2in fasilitas&gaji . Masih soal babysitter & pembantu, ngeri banget kalo ngebayangin pas mereka ngelakuin hal yang aneh2 itu jangan2 ada anak kita ...ih amit2. Makanya aku rela deh , ngga jadi wanita karier asal bisa memantau anak . Tambah mantap lagi jadi stay at home mom setelah mendengar obrolan ( nguping sih tepatnya ) para pembantu yg lagi nungguin anak sekolah , ayo tebak , apakah obrolan mereka ?.?.... Serem ,serem.... ternyata kalo ngga ada majikan, mereka suka nonton pilem xxx........
Tontonan , Games, dan Bacaan
Pernah bayangin ngga kira2 bakal kaya gimana lagi ya perkembangan teknologi 5 atau 10 tahun ke depan. Soalnya yang sekarang aja uda yang bisa bikin ortu sport jantung. Gara2 banyak tontonan ngaco di TV , bikin anak juga ikut ngaco . Bayangin deh , film yg lagi diputer sih film anak2, masih pagi pula, tapi iklannya itu loh... masa iklanin sinetron pas lagi adegan mau diperkosa, atau lagi tampar2an . Eh suka juga iklanin acara mistik di sela2 film kartun, alhasil malamnya si anak ngga bisa tidur gara2 mimpi buruk . Nyebelin kan... Apa musti langganan Astro aja nih ... biar nontonnya Play House Disney Channel aja , tapi kalo neneknya lagi datang trus maksa buka channel sinetron ya susah juga ya.
Trus juga , gara2 gampang banget tuh dapetin film2 yg warnyanya biru itu , bikin tambah stress lagi. Pernah lagi cari barang di pasar , lewatin lapak2 yg jual DVD, wah , musti pinter2 deh pake siasat supaya si anak matanya ngga sampe ngeliat gambar2 di sampul DVD itu...ngajak dia ngobrol seru dan tarik tangannya supaya cepet2 lewat dr situ.
Belum lagi masalah bacaan , komik2nya tuh , penerbitnya ngga pake rating punya , pukul rata aja pokoke komik ya untuk anak2, ngga peduli isinya adegan ranjang . Lalu kalo lewatin penjual majalah juga kudu ati2 , soalnya Donal Bebek bisa bersebelahan sama Playboy tuh . Mentang2 si Donald juga ngga pake celana kali ya.
Oya,soal games juga bikin serem. Kasian deh banyak ortu yg ngga ngerti , asik aja ngisi games di PS anaknya tanpa perhatiin rating gamesnya. Belom lagi games online , yang tokohnya suka seksi2 banget kostumnya .
Rekreasi
Dulu belum jaman banyak mall , kayanya kalo rekreasi suka nya ke Taman Ria , Ragunan , Monas. Kalo yg jauhan ya ke Lido , Cibodas, Puncak . Sekarang kalo ditanya mau kemana, pasti jawabnya mau ke Mall , main di Timezone , makan es krim Baskin Robbin , HokBen , Mc Donald , Pizza Hut...
Trus mampir ( tepatnya dipaksa mampir karna tangannya udah ditarik2 anaknya ) ke Kid Station , liat2 mainan import , ya Hotwheels lah , Transformer lah. Sementara jantung mamanya berdegup2 gara2 liat harga mainan nol nya banyak banget...
Gaul
Soal gaul juga musti diawasin nih, hari gini anak ingusan aja banyak yg diperkosa .Penculikan juga banyak. Punya temen akrab sesamacowo , takut homo , punya temen akrab cewe , takut ntar terjadi pernikahan dini. Belum lagi pemalakan di sekolah , peredaran narkoba di kantin , tawuran , pelajar plus ( ayam malam ). Saing2an model HP, kendaraan , nongkrong di pool , bla..bla..
Nah, begitulah kira2 gambaran perjuangan seorang Ibu jaman sekarang .Gimana , beraaaaat kan? Biarpun berat ,anak adalah titipan yang amat sangat berharga . Makanya tugas dijalanin aja dengan riang gembira. Do the best you can. Jadilah ibu yang bisa dibanggakan oleh anak2 kita .Jangan lupa, seorang Ibu cuma manusia biasa yang tidak bisa mengawasi anak2nya 24 jam sehari . Karena itu berdoalah , mohon perlindunganNya selalu terhadap anak2 kita. Ingat ,semua dimulai dari ibu , bukan dari nenek , atau babysitter atau pembantu . Masa depan anak kita tergantung pada kita. Hidup ibu.....
MENGENAL BRONKIOLITIS PADA BAYI
Saat si bayi sakit batuk dan pilek, perhatikan apakah napasnya sesak dan cepat. Jika ya, besar kemungkinan ia terkena bronkiolitis.
Bronkiolitis adalah peradangan pada bronkiolus, yaitu cabang saluran napas yang paling kecil dan paling ujung, yang bersambungan dengan alveolus (jaringan paru). "Biasanya, bronkiolitis didahului infeksi saluran napas atas akut, misal, batuk pilek biasa. Proses perjalanan dari batuk pilek biasa hingga menjadi bronkiolitis memakan waktu antara 3-10 hari," papar dr. Darmawan B.S. Sp.A, dari Sub-Bagian Pulmonologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSUPN CM, Jakarta.
Menyoal penyebab bronkiolitis, berdasarkan referensi ilmu kedokteran, dikatakan, utamanya adalah virus. Adapun yang paling banyak menyerang adalah Respiratory Syncytial Virus atau biasa disingkat RSV. Di Indonesia, ungkap Darmawan, pernah dilakukan studi untuk mengetahui secara persis kuman yang paling sering menyebabkan bronkiolitis. Namun karena kemampuan diagnostik di sini terbatas, belum dapat diambil kesimpulan secara akurat.
MIRIP PNEUMONIA
Sayangnya, kita tak mudah mengenali apakah si kecil menderita bronkiolitis atau tidak. Terlebih, penyakit ini pun sulit dibedakan dengan pneumonia (radang paru). "Bahkan, dokter saja sering kesulitan membedakannya, " ujar Darmawan.
Masalahnya, sistem pernapasan merupakan satu kesatuan; dari hidung hingga jaringan paru (dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus). Hingga, infeksi di suatu tempat, biasanya akan membuat daerah sekitarnya terkena juga.
Pada pneumonia, yang terkena infeksi adalah adalah alveolus. Nah, di dekat jaringan paru ini terdapat ujung dari saluran napas yang kecil sekali, namanya bronkiolus. Karena letaknya sangat berdekatan, tentunya bila salah satu meradang, sebelahnya akan terkena juga. Inilah yang menyebabkan gejalanya jadi sulit dibedakan.
Yang jelas, pada bronkiolitis terdapat gejala khusus, yakni timbul mengi dan waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan napas jadi lebih panjang. Istilah medisnya, ekspirasi memanjang. Selain itu, dari segi umur juga dapat dibedakan, yakni bronkiolitis hanya terjadi pada bayi atau anak yang masih sangat kecil. Perbedaan lain, pneumonia bisa disebabkan virus, bisa juga bakteri.
NAPAS CEPAT DAN SESAK
Untuk itu, saran Darmawan, yang penting orang tua harus memperhatikan jika bayinya sakit batuk pilek dengan disertai demam; apakah napasnya tampak jadi sesak atau frekuensinya jadi cepat? "Kalau ya, harus segera dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut."
Adapun cara mengetahui cepat-tidak frekuensi napas si kecil, "Kita bisa menghitung apakah dalam satu menit penuh frekuensinya sudah melebihi batas normal." Sebagai patokan, bayi di bawah 2 bulan, tarikan napasnya 60 kali per menit; antara 2 bulan sampai 1 tahun, frekuensinya 50 kali per menit; di atas 1 tahun menjadi 40 kali per menit. Jadi, bila si kecil berusia antara 2 bulan-1 tahun dan frekuensi napasnya 60 kali per menit, harus diwaspadai kemungkinan infeksi saluran napas bawah (bronkiolitis atau pneumonia).
Sementara, napas yang sesak bisa dilihat dari cuping hidung si kecil yang tampak kembang kempis. Atau yang lebih jelas, saat bernapas, dinding dadanya tertarik ke dalam (dalam bahasa medis disebut retraksi subkostal atau chest indrawing). Gangguan napas ini tak boleh dianggap sepele. Sebab, kalau kondisinya berat, bayi bisa jadi biru. Malah yang parah bisa berakibat kematian.
Itulah mengapa, bayi yang menderita bronkiolitis biasanya harus dirawat sampai sekitar 1 minggu. Si kecil boleh pulang dari rumah sakit bila sesak dan demamnya tak ada lagi, dan ia pun bisa makan seperti sedia kala.
"Dalam perawatannya ini, karena dokter pun sulit membedakan antara pneumonia dengan bronkiolitis, maka sulit pula membedakan apakah penyebabnya bakteri atau virus. Karena itu, dalam terapinya diberikan pula antibiotik." Terapi lain yang juga penting adalah yang bersifat menunjang, misal, pada saat akut, anak yang kekurangan oksigen akan segera diberi oksigen. Jika ia panas tinggi, tentu diberikan obat penurun panas.
SAAT TEPAT KE DOKTER
Umumnya, bronkiolitis dapat disembuhkan dengan tuntas asalkan penderita segera dibawa ke dokter sebelum infeksinya meluas dan menjadi berat. Di sinilah pentingnya kewaspadaan orang tua bila anaknya sakit batuk pilek.
Lantas, kapan saat tepat membawa si kecil ke dokter? "Bila sakit batuk-pileknya tak sembuh-sembuh juga dalam 2-3 hari, setelah dicoba diobati sendiri. Kecuali, jika baru 1 hari sudah ada tanda-tanda seperti demam tinggi, lalu napasnya sesak atau cepat, ya, jangan ditunda lagi," papar Darmawan.
Akan halnya demam, perlu dipahami bahwa walaupun biasanya ada, demam ini tak selalu muncul. Demam, kan, sebenarnya merupakan respon tubuh saat melawan infeksi yang terjadi. Nah, ketika tubuh terlalu lemah untuk melawan infeksi, bisa saja tak terjadi demam. Ini terutama dialami bayi-bayi yang masih sangat kecil, yang daya tahannya memang masih sangat lemah.
Tindak Pencegahan
Menurut Darmawan, sampai saat ini belum ditemukan upaya spesifik untuk mencegah bronkiolitis, misal, dengan vaksinasi tertentu. "Jadi, paling tidak, pencegahannya sama saja dengan mencegah penyakit lain secara umum." Antara lain:
1. Tingkatkan daya tahan tubuh.
Yang pertama dan paling penting adalah dengan upaya meningkatkan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Apalagi jika penyakitnya memang disebabkan virus, maka kunci penyembuhan ada pada daya tahan tubuh sendiri. Tak lain, karena infeksi virus biasanya bersifat self-limiting (sembuh sendiri).
2. Jauhi orang sakit.
Jangan biarkan bayi berdekatan atau bersentuhan dengan orang yang sedang sakit. Bagi orang dewasa, batuk pilek ringan bisa jadi tak terlalu mengganggu. Namun ia lupa penyakitnya bisa menulari orang di sekitarnya, terutama bayi. Jadi, ingat, ya, Bu-Pak, kalau sedang batuk pilek, jauh-jauh dulu dari si kecil. Untuk ibu, jika harus menyusui, pakailah masker penutup hidung dan mulut.
3. Hindari bepergian ke tempat umum.
Tak jarang orang tua mengajak bayinya berjalan-jalan ke mal, pertokoan, atau tempat umum lainnya. Sebenarnya, kegiatan ini seperti "cari penyakit" saja bagi si kecil. Masalahnya, di tempat-tempat umum seperti mal atau pertokoan terdapat banyak kuman penyakit. Dengan demikian, si bayi bisa saja tertular dari orang dewasa yang tak tampak sakit atau sakitnya ringan.
Perlu diketahui, penularan RSV yang melalui udara disebarkan ketika orang yang terinfeksi bersin-bersin. Saat itu penderita menyemburkan butiran air liur halus (droplet) yang mengandung virus, lalu virusnya berterbangan di udara yang kemudian bisa terhirup oleh bayi. Jadilah si kecil terpapar oleh infeksi kuman tersebut.
Jadi, Bu-Pak, jika ingin jalan-jalan ke tempat umum, lebih baik si bayi tak dibawa serta. Jika tak ada pengasuh di rumah, titipkan sementara ke orang tua atau saudara lain yang tak sedang terinfeksi penyakit menular. Lagi pula, si bayi belum bisa menikmati acara jalan-jalan ke mal, kan?
Tak Hanya Pada Bayi
Ternyata, bronkiolitis juga bisa diderita oleh anak yang agak besar atau bahkan dewasa. Hanya saja, bronkiolitis pada mereka biasanya tak memberikan keluhan. Pun pada orang dewasa yang mengalami radang paru hampir pasti mengalami bronkiolitis, tapi tak tampak gejalanya secara khusus. "Ini terjadi karena saluran napas mereka relatif besar, hingga saat meradang pun masih bisa dilalui udara pernapasan," jelas Darmawan. Berhubung tak terjadi penyumbatan, maka tak ada keluhan khusus. Beda dengan bayi, karena dia masih sangat kecil, bila bronkiolusnya meradang, akan terjadi penyumbatan aliran udara. Inilah yang menyebabkan mengi dan ekspirasi memanjang.
-Martin Leman-
WASPADAI BRONKITIS Bila batuk pilek anak Anda kerap berulang, waspadai sebagai gejala bronkitis. Jadi, jangan anggap sepele! Padahal sering, kan, kita beranggapan wajar kalau si kecil sedikit-sedikit batuk pilek; baru sembuh batuk pilek lagi, begitu seterusnya. Ternyata-Bu- Pak, justru hal itu bisa merupakan gejala awal bronchitis, lo! Jadi, sikap orang tua yang cenderung menyepelekan batuk pilek adalah kurang bijak. Karena, tandas Dr.dr.H. Muljono Wirjodiardjo, SpA(K), bronchitis harus diwaspadai secara serius.
Mari kita simak penuturan spesialis anak dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.
DUA PENGERTIAN
Bronkitis berasal dari bronchus (saluran napas) dan itis artinya menunjukkan adanya suatu peradangan. "Bisa disimpulkan bronkitis merupakan suatu gejala penyakit pernapasan."
Sebetulnya ada dua pengertian bronkitis. Pertama, berdasarkan radiologi/ahli rontgen, bronkitis merupakan gambaran foto paru-paru dengan kelainan pada saluran napas. Pada gambaran tersebut cirinya akan tampak "sangat ramai" dan jelas. Berbeda bila dalam keadaan normal, gambaran saluran napas tak begitu jelas terlihat karena berisi udara. "Tapi pada kasus bronkitis akan muncul gambaran sebagian saluran napasnya tersumbat lendir atau ada peradangan."
Kedua, menurut medis/dokter, bronkitis merupakan kelainan pada saluran napas yang ditandai dengan adanya bunyi napas penuh lendir, seperti bunyi 'grok-grok', bisa terdengar di bagian dada maupun punggung. "Memang terkadang gejala seperti ini muncul pula pada kelainan saluran napas yang diakibatkan bukan hanya oleh bronkitis," ujar dokter yang berpraktek di Klinik Inti Medik, Jakarta Selatan, ini.
ASMATIK BRONKITIS
Nah, untuk membedakan penyebab bronkitis harus ditelusuri dari riwayat penyakit si penderita. Pencetus bronkitis di antaranya alergi pada saluran napas dan infeksi virus atau kuman.
Alergi bisa disebabkan makanan, udara, debu, serbuk bunga, jamur yang halus, dan sebagainya. Alergen ini merangsang dan menimbulkan peradangan pada saluran napas; ditandai dengan produksi lendir yang banyak dan penebalan dinding di saluran napas. "Bila ditambah lagi dengan penyempitan saluran napas karena mengkerut, bukan karena sumbatan, maka menimbulkan gejala seperti asma. Napasnya berbunyi seperti 'ngik-ngik'. Hal seperti ini disebut asmatik bronkitis; bronkitis yang menyerupai asma."
Asmatik bronkitis kerap muncul pada balita dengan riwayat alergi. Gejalanya terjadi batuk, bunyi 'grok-grok' terkadang sampai keluar muntah berlendir, dan napas sesak. "Gejala yang muncul berhubungan dengan usia anak. Pada bayi atau anak usia 1-3 tahun gejalanya sangat tampak jelas. Karena memang saluran napasnya sangat sempit. Berbeda dengan usia anak yang lebih tinggi lagi karena penampang saluran napasnya besar," kata Muljono.
Sedangkan, bronkitis akibat infeksi virus atau kuman bisa terjadi karena anak ketularan flu, misalnya. Seorang anak dari ibu-bapak berbakat alergi, pada usia 1 tahun terkena batuk cukup lama. Setelah diobati, sembuh sebentar kemudian muncul lagi batuk; bunyi napasnya pun 'grok-grok' seperti asma. Diagnosa dokter akan menunjukkan anak terkena asmatik bronkitis akibat alergi.
Bisa juga saat diobati, infeksi virusnya hilang. Tapi, karena ia punya bakat alergi maka ketika ia terkena flu lagi gejalanya makin berat, misalnya, bunyi napasnya makin sering 'grok-grok'. Jadi, asmatik bronkitisnya baru muncul belakangan setelah berkali-kali terkena flu.
Jadi, bronkitis pada anak merupakan asmatik bronkitis (wheegy bronchitis). Berbeda dengan orang dewasa yang mengalami bronkitis kronik; kelainan pada saluran napasnya khas dan menetap. Misal terdapat penebalan saluran napas, mudah mengeluarkan lendir, peka terhadap rangsangan seperti mudah batuk-batuk. "Menetap dalam arti selalu ada dan bahkan terjadi penyempitan- penyempitan di beberapa saluran napas." Sementara pada anak akan hilang seiring dengan bertambahnya usia, pada orang dewasa makin bertambah usianya makin bertambah berat penyakitnya.
MENCEGAH BRONKITIS
Tentu saja bisa dilakukan asalkan menghindari alergen yang jadi pencetusnya. Kendati alergi bisa diketahui lewat tes darah, tukas Muljono, setidaknya orang tua bisa mengetahuinya dari pengalaman dengan memperhatikan anak alergi terhadap apa. Nah, kalau sudah diketahui ia akan kambuh alerginya saat berhubungan dengan alergen, ya, harus dihindari. "Misalnya, debu rumah yang sering banyak menempel di karpet, selimut, boneka berbulu disingkirkan, maka anak akan membaik. Begitu juga makanan-makanan pencetus seperti minuman dingin, cokelat, dan makanan gorengan," kata Muljono.
Pada sebagian anak bila mengkonsumsi makanan seperti telur ayam, bisa menambah produksi lendirnya. Begitu juga minuman bersoda bisa jadi pencetus karena saat diminum maka sodanya akan naik ke hidung dan merangsang daerah saluran pernapasan.
OBAT DAN FISIOTERAPI
Nah, bila sudah terjadi gejala bronkitis, dokter akan menanganinya dengan pemberian berbagai obat; obat penghancur lendir (karena banyak lendir yang kental), obat penekan reaksi alergi (bila penyebabnya alergi), obat antibiotik (bila penyebabnya infeksi kuman/virus) , obat penenang agar tak batuk terus menerus, obat yang memperbaiki gerakan-gerakan selaput lendir agar lendir mudah keluar ke atas.
Karena itu, dokter seringkali memberikan obat racikan atau puyer agar lebih efektif dan tak terlalu banyak jenis obat yang harus dikonsumsi. Jadi obat yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya dan dilihat kebutuhannya. "Tapi, umumnya dalam pemberian obat mengandung tiga fungsi; mencairkan lendir, menekan reaksi alergi dan obat batuk."
Bila anak sulit mengeluarkan lendir maka harus dibantu fisioterapi. Terapi inhalasi atau dengan obat yang diuapkan dan diisap berfungsi sama mengencerkan lendir dan juga melebarkan jalan napas. "Fisioterapi biasanya lebih efektif karena menuju sasaran langsung. Tak seperti obat minum yang harus melewati organ-organ, samisal jantung, liver, ginjal dan baru ke saluran napas." Karena sifatnya langsung ke sasaran, efek samping terapi inhalasi lebih kecil dibandingkan obat minum.
Selain dengan inhalasi, fisioterapi dilakukan dengan cara memanaskan dada dengan infra merah supaya jalan darah di dadanya lancar. Dada dan punggung juga ditepuk-tepuk dengan tangan atau alat untuk membantu lendirnya keluar ke atas.
Ingat, lo, fisioterapi dilakukan atas anjuran dokter. "Karena dikhawatirkan bila ada infeksi paru-paru atau radang maka pemanasan dengan infra merah malah bisa membahayakan. "
Yang pasti bronkitis yang tak diobati sangat tergantung pada daya tahan si penderita. Sebab bronkitis mengakibatkan penumpukan atau penyumbatan lendir di saluran napas. Sifat lendir ini lengket dan seringkali jadi media yang sangat bagus untuk berkembang biak kuman. "Jika kebetulan anak mengisap udara yang ada kumannya maka kuman tersebut bisa cepat berkembang biak di saluran napas. Bila terjadi demikian maka dapat menimbulkan radang paru-paru atau bronchopneumonia. Batuk makin menghebat dan cepat, napaspun cepat seperti sesak."
Selain bisa mengakibatkan bronchopneumonia, kalau sesak napas tak ditangani, maka bisa berakibat ke jantung (payah jantung). Karena bila sesak napas terus maka akan kekurangan oksigen, sehingga memacu jantung memompa darah lebih kuat. Hal ini bisa mengakibatkan gagal jantung yang sifatnya akut. Gejalanya muka sembab, kakinya bengkak dan parahnya lagi anak bisa tiba-tiba tak sadarkan diri dan napasnya berhenti. "Jadi bila tak ditangani, bronkitis dari tingkat ringan sampai menjadi berat bisa menimbulkan kematian."
Tingkat keparahannya sangat tergantung pada daya tahan si anak dan faktor usia. Tapi, Bu-Pak, bronkitis bisa sembuh secara total, kok. Asalkan bukan yang berdasarkan alergi. Kalau yang berdasarkan alergi hanya diatasi dengan cara menjauhi faktor alergennya. Begitu, Bu-Pak.
JARANG TERJADI PADA BAYI
Yang jelas, Bu-Pak, jarang sekali bronkitis terjadi begitu bayi baru lahir. Bunyi napas 'grok-grok' pada bayi biasanya akibat adanya kelainan bawaan pada saluran napas. Misalnya, terdapat kelenjar timus yang membesar di rongga mediastinum dalam dada. Sebelum bayi lahir kelenjar ini ada dan berfungsi sangat penting untuk membuat kekebalan tubuh. "Begitu bayi lahir tugas kelenjar ini selesai dan mengecil. Pada beberapa anak ada yang tetap membesar sehingga menekan jalan napas. Akibatnya jalan napas jadi sempit dan banyak mengeluarkan lendir sehingga terjadi peradangan," jelas Muljono.
Terkadang sampai usia 6-7 bulan napasnya masih berbunyi 'grok-grok'; produksi lendirnya tetap banyak karena ada saluran napas yang terangsang secara mekanik (bukan oleh alergen). Akibat lendirnya pekat dan susah keluar, sementara bayi batuknya pelan maka lendir tak bisa keluar secara tuntas. "Makin lama lendir menumpuk dan muncul gejala asmatik bronkitis."
Ada satu gejala lain muncul beberapa saat setelah lahir akibat kelainan pada tubuh anak yang menyebabkan getah lambung/isi lambung mudah berbalik ke mulut dan menyebabkan tersedak sehingga anak gampang gumoh. Akibatnya mirip bronkitis (wheegy bronchitis); banyak lendir, napas berbunyi, dan sesak napas.
MENGENAL GEJALA AWAL BRONKITIS
* Batuk membandel Batuk kambuhan; berdahak-tidak, berat-tidak. Kendati ringan harus tetap diwaspadai karena bila keadaan batuk terus menerus bisa menghebat dan berlendir sampai sesak napas.
* Sulit disembuhkan Bisa sering atau tidak tapi sulit disembuhkan. Dalam sebulan batuk pileknya lebih dari seminggu dan baru sembuh dua minggu, lalu berulang lagi.
* Terjadi kapan saja Batuknya bisa muncul malam hari, baru tidur sebentar batuknya 'grok-grok' bahkan sampai muntah. Bisa juga batuk baru timbul menjelang pagi. "Atau habis lari-lari, ia kemudian batuk-batuk sampai muntah," terang Muljono.
-Dedeh Kurniasih-
Little girl and her father were crossing a bridge. The father was kind of scared so he asked his little daughter, "Sweetheart, please hold my hand so that you don't fall into the river." The little girl said, "No, Dad. You hold my hand." "What's the difference?" Asked the puzzled father. "There's a big difference," replied the little girl. "If I hold your hand and something happens to me, chances are that I may let your hand go. But if you hold my hand, I know for sure that no matter what happens, you will never let my hand go."
In any relationship, the essence of trust is not in its bind, but in its bond.
So hold the hand of the person who loves you rather than expecting them to hold yours...This message is too short......but carries a lot of Feelings.
Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan... Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak, Setiap kali hanya bergeser sedikit.. Aku mendesak, mendorong dan menghardiknya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, Serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan. Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan. Tiba2 sesaat aku merasakan langit sunyi-senyap..? Aku tetap membiarkan keong merangkak didepan, sedangkan aku masih bersungut kesal dibelakang...
Ku pelankan langkah, ku tenangkan hati.... Seketika tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan angin, Aku dengar suara kicau burung.. Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Mengapa dulu tidak ku rasakan semua ini ? Barulah aku teringat.. Mungkin aku telah salah menduga..! Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan, sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah ku alami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya... " He's here and with me for a reason ... ! "
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu.. Baik-baiklah berbincanglah dengannya.. Karena jika bukan karena dia.. hari ini, mungkin engkau tak akan memahami dunia ini.
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu.. Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu... Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.
Saat bertemu orang yang pernah kau benci.. Sapalah dengan tersenyum.. karena ia telah membuatmu semakin teguh dan kuat.
Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu.. Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya... Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai.. Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih, karena ia-lah orang yang membuatmu menjadi lebih mengerti tentang kasih...
Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup.. Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati...
Saat bertemu dengan orang yang sangat engkau kasihi.. Berusahalah memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu... Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.
Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya... Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu.. Ingat untuk berterima kasih padanya. Karena ialah yang mengubah hidupmu.. Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku." Allah berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya. "
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat." Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kesabaran." Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku kebahagiaan. " Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan." Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat." Allah berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, Sebesar cinta-Mu padaku. Allah berkata... "Akhirnya kau mengerti .!!"
Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya- tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.
Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).
Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa ada beberapa perjalanan yang akan dilakukan oleh seorang manusia selama di akhirat diantaranya perjalanan yang akan melewati 4 ruangan yang didalamnya terdapat malaikat-malaikat... Melewati ruang ke-1... hamba yang diajak oleh malaikat itu bertanya "..ruang apakah ini malaikat..?'' dijawabnya "..ini adalah ruang dimana para malaikat mencatat setiap dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia.." Merasa penasaran hamba tersebut menengoklah ke dalam ruang, terlihat ada banyak malaikat yang super sibuk, lalu lalang sambil memegang buku catatan..(hiruk pikuknya melebihi hiruk pikuk pasar menjelang lebaran, melebihi demonstrasi rakyat, dll)........ .bertanya ia kepada malaikat disebelahnya "sedang apakah malaikat-malaikat itu...?" dijawabnya "....mereka ini adalah malaikat yang melakukan pencatatan atas dosa-dosa manusia selama dia hidup..." termenunglah hamba itu sejenak sambil berkatalah dalam hatinya "....ternyata manusia itu memang penuh dengan dosa dan sudah sewajarnya kita memohon ampun kepada Allah SWT.." setelah puas melihat ruang ke-1 dilanjutkannya perjalanan hamba tersebut bersama malikat pendampingnya. ..(selama perjalanan terlihat rasa penyesalan dalam dirinya)... Melewati ruang ke-2 Bertanya kembali hamba tersebut "...ruang apakah ini wahai malaikat..?" dijawabnya "..ini ruang dimana para malaikat mencatat setiap permohonan-permohon an dari manusia selama dia hidup...." Merasa penasaran... .ditengoknya ruang tersebut...dan apa yang dilihat...ternyata tidak jauh berbeda dari ruang ke-1...sama sibuknya, sama hiruk pikuknya...bahkan terkesan jauh lebih crowded dibandingkan ruang ke-1..... Tanpa perlu bertanya lagi hamba tersebut berpikir dan merasa sangat malu...sudah kita berbuat dosa masih meminta-minta pula...... Dilanjutkan perjalanan tersebut kali ini hamba tersebut berjalan dengan wajah tertunduk dan sesekali terjatuh air matanya..... Melewati ruang ke-3 Walaupun masih dengan perasaan yang teramat malu dan sedih bertanya lagi sang hamba kepada malaikat "...sekarang yang sedang ada dihadapan kita ini ruang apa...?" dijawabnya "...ini adalah ruang dimana malaikat mencatat permohonan ampun/taubat dari setiap manusia atas segala perbuatannya di dunia.." Masih penasaran juga ditengoknya ruang tersebut.... apa yang dilihat sama sekali berbeda dengan ke-2 ruangan sebelumnya.. .dalam ruang ini terlihat rapi, teratur dan hanya ada beberapa malaikat yang sesekali melakukan pencatatan.. ... terdiamlah sejenak sang hamba tersebut, beberapa saat kemudian bercucuranlah air matanya tak kuasa membayangkan apa yang sudah dilihatnya selama perjalanan ini.....terbayangla h dirinya semasa hidupnya betapa bodoh dan arogan dirinya selama ini.....sambil menangis dilanjutkanlah perjalanannya. .. Melewati ruang ke-4 Hamba tersebut tak kuasa lagi untuk bertanya kepada malaikat, kali ini diberitahu oleh malaikat "....ini adalah ruang dimana ucapan/rasa terima kasih yang keluar dari mulut dan perbuatan manusia dicatat oleh malaikat...." Sambil sedikit memaksakan kepalanya untuk sekedar menengok ke dalam ruang tersebut, kali ini dia tidak memberanikan diri untuk melihatnya (matanya dipejamkan) hanya kupingnya saja yang didekatkan pintu ruang yang terbuka...tidak terdengar suara sama sekali...lebih didekatkannya lagi kupingnya dan sayup2 terdengar suara pena tertulis diatas kertas....bercampur aduk perasaan hamba ini antara penasaran, sedih dan takut.... setelah beberapa lama kemudian hamba tersebut memberanikan diri untuk membuka mata melihat apa yang terjadi diruang tersebut.... ..terhenyaklah dia ternyata dalam ruang tersebut hanya ada 2 atau 3 malaikat yang sedang beribadah, berdoa...sesekali mencatat.... ohhh...sungguh suatu pemandangan yang bertolak belakang dengan ke-3 ruang sebelumnya.. ......melihat hal tersebut bersujudlah hamba tersebut sambil berkata "...Ya Allah aku memang bodoh, kurang ajar, tak tahu malu, tak tahu diri.....tapi Engkau masih saja memberikan hamba rejeki berupa materi, kebahagian, kesedihan dan masih banyak lagi yang tidak dapat dan tidak pernah bisa hamba hitung.....Ya Allah aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.....terserah Engkau aku mau diapakan karena aku sudah merasa sangat hina sekali dan aku malu untuk berhadapan denganmu.... ."..... Sering dalam hidup ini kita berbuat salah/dosa kepada Allah SWT maupun kepada orang lain....sudah wajiblah bagi kita untuk meminta maaf atas segala kesalahan/dosa yang kita perbuat..... .meminta maaf kepada Allah SWT adalah hal yang tidaklah sulit, tetapi meminta maaf kepada sesama manusia hal yang mudah sebab sudah kecenderungan pola pikir bahwa manusia yang terlebih dahkulu meminta maaf adalah manusia yang lemah dan sudah tentu sebagai manusia kita tidak mau dibilang manusia yang lemah.... Kawan pernahkah kita berpikir untuk berhenti meminta kepada Allah SWT demi kepentingan diri sendiri..... .pernahkah kita berpikir untuk mendoakan orang lain...pernahkah kita mengucapkan/ melakukan berterima kasih kepada Allah SWT atas seluruh nikmat yang diberikan oleh-NYA...pernahka h kita berpikir bahwa Sedih, Sakit, Kecewa, Kegagalan itu juga adalah nikmat dan kita berterima kasih atas hal itu...... Renungkanlah hal ini....semoga kita menjadi orang yang lebih bersabar dalam hidup ini...Amin.. .
Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil.
Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.
Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada dikantong.
Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.
Saat itu angin Desember bertiup kencang, membawa titik-titik air yang dingin.Ketika mereka beristirahat dibawah atap took itu, sang suami berkata: "Saya harus meninggalkan kalian sekarang. Saya harus mendapatkan pekerjaan, apapun, kalau tidak malam nanti kita akan tidur disini." Setelah mencium bayinya ia pergi. Dan ia tidak pernah kembali.
Tak seorangpun yang tahu pasti kemana pria itu pergi, tapi beberapa orang seperti melihatnya menumpang kapal yang menuju ke Afrika. Selama beberapa hari berikutnya sang ibu yang malang terus menunggu kedatangan suaminya, dan bila malam tidur di emperan toko itu.
Pada hari ketiga, ketika mereka sudah kehabisan susu, orang-orang yang lewat mulai memberi mereka uang kecil, dan jadilah mereka pengemis di sana selama 6 bulan berikutnya. Pada suatu hari, tergerak oleh semangat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ibu itu bangkit dan memutuskan untuk bekerja.
Masalahnya adalah di mana ia harus menitipkan anaknya,yang kini sudah hampir 2 tahun, dan tampak amat cantik jelita. Tampaknya tidak ada jalan lain kecuali meninggalkan anak itu disitu dan berharap agar nasib tidak memperburuk keadaan mereka.
Suatu pagi ia berpesan pada anak gadisnya, agar ia tidak kemana-mana, tidak ikut siapapun yang mengajaknya pergi atau menawarkan gula-gula. Pendek kata, gadis kecil itu tidak boleh berhubungan dengan siapapun selama ibunya tidak ditempat. "Dalam beberapa hari mama akan mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar kecil yang berpintu, dan kita tidak lagi tidur dengan angin di rambut kita". Gadis itu mematuhi pesan ibunya dengan penuh kesungguhan. Maka sang ibu mengatur kotak kardus dimana mereka tinggal selama 7 bulan agar tampak kosong, dan membaringkan anaknya dengan hati-hati di dalamnya. Di sebelahnya ia meletakkan sepotong roti. Kemudian, dengan mata basah ibu itu menuju kepabrik sepatu, di mana ia bekerja sebagai pemotong kulit.
Begitulah kehidupan mereka selama beberapa hari,hingga di kantong sang Ibu kini terdapat cukup uang untuk menyewa sebuah kamar berpintu di daerah kumuh.
Dengan suka cita ia menuju ke penginapan orang-orang miskin itu, dan membayar uang muka sewa kamarnya. Tapi siang itu juga sepasang suami istri pengemis yang moralnya amat rendah menculik gadis cilik itu dengan paksa, dan membawanya sejauh 300 kilometer ke pusat kota.
Di situ mereka mendandani gadis cilik itu dengan baju baru, membedaki wajahnya, menyisir rambutnya dan membawanya ke sebuah rumah mewah dipusat kota. Di situ gadis cilik itu dijual. Pembelinya adalah pasangan suami istri dokter yang kaya, yang tidak pernah bisa punya anak sendiri walaupun mereka telah menikah selama 18 tahun. Mereka memberi nama anak gadis itu Serrafona, dan mereka memanjakannya dengan amat sangat.
Di tengah-tengah kemewahan istana itulah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Ia belajar kebiasaan-kebiasaan orang terpelajar seperti merangkai bunga, menulis puisi dan bermain piano.Ia bergabung dengan kalangan-kalangan kelas atas, dan mengendarai Mercedes Benz kemanapun ia pergi.
Satu hal yang baru terjadi menyusul hal lainnya, dan bumi terus berputar tanpa kenal istirahat.
Pada umurnya yang ke-24, Serrafona dikenal sebagai anak gadis Gubernur yang amat jelita, yang pandai bermain piano, yang aktif di gereja, dan yang sedang menyelesaikan gelar dokternya. Ia adalah figure gadis yang menjadi impian tiap pemuda, tapi cintanya direbut oleh seorang dokter muda yang welas asih, yang bernama Geraldo.
Setahun setelah perkawinan mereka, ayahnya wafat, dan Serrafona beserta suaminya mewarisi beberapa perusahaan dan sebuah real-estate sebesar 14 hektar yang diisi dengan taman bunga dan istana yang paling megah di kota itu.
Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-27, sesuatu terjadi yang merubah kehidupan wanita itu. Pagi itu Serrafona sedang membersihkan kamar mendiang ayahnya yang sudah tidak pernah dipakai lagi, dan di laci meja kerja ayahnya ia melihat selembar foto seorang anak bayi yang digendong sepasang suami istri.
Selimut yang dipakai untuk menggendong bayi itu lusuh, dan bayi itu sendiri tampak tidak terurus, karena walaupun wajahnya dilapisi bedak tetapi rambutnya tetap kusam. Sesuatu ditelinga kiri bayi itu membuat jantungnya berdegup kencang.
Ia mengambil kaca pembesar dan mengkonsentrasikan pandangannya pada telinga kiri itu. Kemudian ia membuka lemarinya sendiri, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu mahoni. Di dalam kotak yang berukiran indah itu dia menyimpan seluruh barang-barang pribadinya, dari kalung-kalung berlian hingga surat-surat pribadi.
Tapi diantara benda-benda mewah itu terdapat sesuatu terbungkus kapas kecil, sebentuk anting-anting melingkar yang amat sederhana, ringan dan bukan emas murni. Ibunya almarhum memberinya benda itu sambil berpesan untuk tidak kehilangan benda itu. Ia sempat bertanya, kalau itu anting-anting, dimana satunya.
Ibunya menjawab bahwa hanya itu yang ia punya. Serrafona menaruh anting-anting itu didekat foto.
Sekali lagi ia mengerahkan seluruh kemampuan melihatnya dan perlahan-lahan air matanya berlinang. Kini tak ada keragu-raguan lagi bahwa bayi itu adalah dirinya sendiri. Tapi kedua pria wanita yang menggendongnya, yang tersenyum dibuat-buat, belum penah dilihatnya sama sekali.
Foto itu seolah membuka pintu lebar-lebar pada ruangan yang selama ini mengungkungi pertanyaan-pertanyaannya, misalnya: kenapa bentuk wajahnya berbeda dengan wajah kedua orang tuanya, kenapa ia tidak menuruni golongan darah ayahnya.
Saat itulah, sepotong ingatan yang sudah seperempat abad terpendam, berkilat di benaknya, bayangan seorang wanita membelai kepalanya dan mendekapnya di dada. Di ruangan itu mendadak Serrafona merasakan betapa dinginnya sekelilingnya tetapi ia juga merasa betapa hangatnya kasih sayang dan rasa aman yang dipancarkan dari dada wanita itu. Ia seolah merasakan dan mendengar lewat dekapan itu bahwa daripada berpisah lebih baik mereka mati bersama.
Matanya basah ketika ia keluar dari kamar dan menghampiri suaminya yang sedang membaca koran: "Geraldo, saya adalah anak seorang pengemis, dan mungkinkah ibu saya masih ada di jalan sekarang setelah 25 tahun?"
Itu adalah awal dari kegiatan baru mereka mencari masa lalu Serrafonna. Foto hitam-putih yang kabur itu diperbanyak puluhan ribu lembar dan disebar ke seluruh jaringan kepolisian diseluruh negeri.
Sebagai anak satu-satunya dari bekas pejabat yang cukup berpengaruh di kota itu, Serrafonna mendapatkan dukungan dari seluruh kantor kearsipan, kantor surat kabar dan kantor catatan sipil. Ia membentuk yayasan-yayasan untuk mendapatkan data dari seluruh panti-panti orang jompo dan badan-badan sosial di seluruh negeri dan mencari data tentang seorang wanita.
Bulan demi bulan lewat, tapi tak ada perkembangan apapun dari usahanya. Mencari seorang wanita yang mengemis 25 tahun yang lalu di negeri dengan populasi 90 juta bukan sesuatu yang mudah. Tapi Serrafona tidak punya pikiran untuk menyerah. Dibantu suaminya yang begitu penuh pengertian, mereka terus menerus meningkatkan pencarian mereka. Kini, tiap kali bermobil, mereka sengaja memilih daerah-daerah kumuh, sekedar untuk lebih akrab dengan nasib baik. Terkadang ia berharap agar ibunya sudah almarhum sehingga ia tidak terlalu menanggung dosa mengabaikannya selama seperempat abad.
Tetapi ia tahu, entah bagaimana, bahwa ibunya masih ada, dan sedang menantinya sekarang. Ia memberitahu suaminya keyakinan itu berkali-kali, dan suaminya mengangguk-angguk penuh pengertian.
Pagi, siang dan sore ia berdoa: "Tuhan, saya bukannya tidak berniat merayakan hari lahirmu, tapi ijinkan saya untuk satu permintaan terbesar dalam hidup saya: temukan saya dengan ibu saya".
Tuhan mendengarkan doa itu. Suatu sore mereka menerima kabar bahwa ada seorang wanita yang mungkin bisa membantu mereka menemukan ibunya. Tanpa membuang waktu, mereka terbang ke tempat itu, sebuah rumah kumuh di daerah lampu merah, 600 km dari kota mereka.
Sekali melihat, mereka tahu bahwa wanita yang separoh buta itu, yang kini terbaring sekarat, adalah wanita di dalam foto. Dengan suara putus-putus, wanita itu mengakui bahwa ia memang pernah mencuri seorang gadis kecil ditepi jalan, sekitar 25 tahun yang lalu.
Tidak banyak yang diingatnya, tapi diluar dugaan ia masih ingat kota dan bahkan potongan jalan dimana ia mengincar gadis kecil itu dan kemudian menculiknya. Serrafona memberi anak perempuan yang menjaga wanita itu sejumlah uang, dan malam itu juga mereka mengunjungi kota dimana Serrafonna diculik.
Mereka tinggal di sebuah hotel mewah dan mengerahkan orang-orang mereka untuk mencari nama jalan itu.
Semalaman Serrafona tidak bisa tidur. Untuk kesekian kalinya ia bertanya-tanya kenapa ia begitu yakin bahwa ibunya masih hidup sekarang, dan sedang menunggunya, dan ia tetap tidak tahu jawabannya.
Dua hari lewat tanpa kabar. Pada hari ketiga, pukul 18:00 senja, mereka m |